Sering kali, kendala utama yang menghambat pelaku bisnis dalam memenangkan pengadaan barang dan jasa pemerintah bukanlah soal kualitas produk, melainkan absennya Sertifikat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) .
Saat ini, sertifikat tersebut menjadi tolok ukur krusial pada seleksi administrasi tender, khususnya di sektor-sektor vital seperti energi, alat kesehatan, konstruksi, dan manufaktur. Banyak pengusaha masih menganggap pengurusannya berbelit-belit dan menyita waktu.
Kenyataannya, dengan persiapan yang matang serta strategi jitu, mendapatkan sertifikasi ini bisa dilakukan dengan sangat praktis dan efisien. Tulisan ini dirancang untuk memandu Anda memahami keseluruhan syarat dan tahapan pengurusan TKDN secara runut, mulai dari pemberkasan hingga kiat-kiat lolos verifikasi.
Rincian Dokumen Persyaratan TKDN: Administratif dan Teknis
Untuk memproses sertifikasi TKDN, terdapat dua kelompok dokumen yang wajib Anda lengkapi, yakni kelengkapan administratif dan data teknis.
Kelengkapan Administratif:
- Izin Usaha Industri (IUI)
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
- Akta Pendirian Perusahaan
- Akta Perubahan Perusahaan (versi paling baru)
- Nomor Induk Berusaha (NIB)
- Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)
- Surat Persetujuan Tetap (khusus Penanaman Modal Asing/PMA)
- Bagan Struktur Organisasi Perusahaan
- Rincian Daftar Jabatan serta Total Tenaga Kerja
Kelengkapan Teknis:
- Sertifikat ISO 9001 atau standar serupa (apabila ada)
- Formulir Self Assessment TKDN khusus Manufaktur
- Alur Proses Produksi (Flow Process) untuk masing-masing varian produk
- Rincian Bill of Material (BOM) disertai dokumentasi foto tiap material
- Bukti tagihan (Invoice) pembelian bahan baku
- Dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB)
- Bagan Struktur Organisasi khusus Divisi Produksi
Seluruh berkas ini nantinya akan diperiksa oleh Lembaga Verifikasi Independen (LVI). Tujuannya adalah untuk menghitung persentase nilai komponen lokal secara proporsional sesuai formula baku dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Oleh karena itu, pastikan setiap rincian dalam BoM dicatat dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan agar tahapan verifikasi tidak terkendala.
Tahapan Mudah Proses Sertifikasi Melalui SIINas
Langkah-langkah pengajuan TKDN kini semakin terpadu berkat digitalisasi lewat portal Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Berikut adalah urutan prosesnya:
- Pendaftaran: Ajukan permohonan sertifikasi langsung melalui situs SIINas.
- Penilaian Mandiri: Lakukan self-assessment guna menaksir nilai TKDN pada produk Anda.
- Audit LVI: Tim verifikator independen akan memeriksa kelengkapan dokumen dan meninjau langsung ke lapangan.
- Validasi Laporan: Hasil audit lapangan akan disusun menjadi laporan, divalidasi, dan diserahkan kepada Kemenperin.
- Penerbitan Sertifikat: Kemenperin akan merilis Sertifikat TKDN yang sah untuk Anda gunakan dalam mengikuti tender pemerintah.
Cara Sukses Memperoleh Sertifikat TKDN Tanpa Hambatan
Sebenarnya, banyak pendaftar gagal bukan karena peraturannya yang terlampau ketat, melainkan akibat kekeliruan teknis saat menyajikan data. Terapkan strategi praktis berikut:
- Pakai format dokumen standar resmi dari Kemenperin untuk mempercepat proses pengecekan.
- Susun BoM secara mendetail dengan membedakan bahan baku lokal dan impor secara akurat berdasarkan bukti.
- Libatkan dan sinkronkan tim divisi keuangan dan divisi produksi semenjak tahap awal persiapan.
- Lakukan penghitungan mandiri (self-assessment) yang sepenuhnya didasarkan pada fakta lapangan.
Pertimbangkan penggunaan jasa konsultan profesional dan berpengalaman, seperti KonsultanTKDN, yang siap memberikan solusi dan panduan sesuai aturan yang berlaku bagi skala UKM hingga perusahaan multinasional.Hubungi Kami
Mari wujudkan langkah transformasi bisnis Anda bersama kami hari ini!


Leave a Reply