7 Tahapan Sertifikasi TKDN & BMP via SIINas 2025

·

·

“Melalui Siinas, pemerintah mewujudkan kemandirian industri nasional yang tangguh dan berdaya saing global.” (Kementerian Perindustrian)

Era baru industri telah tiba. Kita harus memahami bahwa sistem digitalisasi industri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah menetapkan regulasi terbaru, yakni Permenperin Nomor 35 Tahun 2025, yang mengubah lanskap perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). 

Faktanya, regulasi ini akan berlaku penuh mulai Desember 2025. Apakah kalian sudah siap menghadapi transisi dari Cost Based menjadi Process Based? Jangan sampai ketidaktahuan kita menghambat peluang memenangkan tender pemerintah yang bernilai miliaran rupiah.

Sebagai pelaku industri, kita tentu menyadari betapa krusialnya memiliki sertifikat ini. Namun, adakalanya proses administrasi menjadi momok yang menakutkan. Padahal, jika kita menelaah lebih dalam, tahapan sertifikasi tkdn sebenarnya cukup sistematis jika kita mengikuti alurnya dengan benar. Artikel ini hadir untuk membedah prosedur tersebut secara tuntas.

1. Registrasi Akun SIINas

Sebelum melangkah jauh ke proses verifikasi, hal pertama yang wajib kita miliki adalah akun SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional). Siinas adalah gerbang utama bagi seluruh pelaku usaha untuk melaporkan data industri. Tanpa akun ini, mustahil kita bisa mengajukan permohonan apa pun.

Untuk mendapatkan akun ini, kalian wajib memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha) yang terdaftar di OSS. Selanjutnya, lakukan pendaftaran di laman siinas.kemenperin.go.id. Ingat, ketaatan pelaporan data industri di SIINas kini menjadi salah satu poin penilaian dalam Bobot Manfaat Perusahaan (BMP). Jika kita lalai, sanksi administratif menanti, mulai dari peringatan tertulis hingga pembekuan izin usaha.

Checklist Dokumen Persiapan:

  • NIB Berbasis Risiko (RBA).
  • Izin Usaha Industri (IUI).
  • NPWP Perusahaan.
  • Data produksi tahunan.

2. Memahami Perubahan Regulasi Permenperin 35 Tahun 2025

Sebelum kita masuk ke teknis pengajuan, kita perlu memahami “aturan main” yang baru. Permenperin 35 Tahun 2025 membawa angin segar sekaligus tantangan baru. Salah satu poin terpenting adalah pergeseran metode penghitungan. Jika dulunya berbasis biaya (Cost Based) yang rumit hingga ke vendor tier-3, kini beralih ke Process Based yang lebih menekankan pada kedalaman struktur industri.

Perubahan ini tentunya berdampak pada tahapan sertifikasi tkdn yang akan kita lalui. Kita tidak bisa lagi sekadar “mengakal-akali” biaya tenaga kerja atau overhead untuk mendongkrak nilai. Verifikasi kini lebih ketat dan objektif melihat proses produksi nyata di pabrik.

3. Alur dan Tahapan Sertifikasi TKDN di SIINas

Bagaimana sebenarnya proses teknisnya? Pada dasarnya, pengajuan dilakukan secara digital penuh. Berikut adalah alur tahapan sertifikasi tkdn yang perlu kalian cermati:

  1. Login ke SIINas: Masuk menggunakan username dan password yang telah terdaftar.
  2. Pilih Menu e-Services: Cari opsi sertifikasi TKDN Industri.
  3. Self-Assessment: Kita wajib melakukan penilaian mandiri terlebih dahulu. Hitunglah komponen bahan baku, tenaga kerja, dan biaya produksi sesuai format yang tersedia.
  4. Penunjukan Lembaga Verifikasi Independen (LVI): Sistem akan mengarahkan kita untuk memilih surveyor yang akan melakukan audit lapangan.
  5. Unggah Dokumen Pendukung: Maka, siapkan invoice, faktur pajak, dan bukti transaksi lainnya dalam format digital.

Penting untuk disadari, kesalahan dalam mengunggah dokumen seringkali menjadi penyebab utama proses ini memakan waktu lama. Oleh karena itu, pastikan semua data terbaca jelas dan valid.

4. Keistimewaan Jalur “Self-Declare” untuk Industri Kecil

Kabar gembira bagi kalian pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Pemerintah memberikan “karpet merah” melalui fasilitas Self-Declare. Jika modal usaha kita di bawah Rp5 Miliar, kita berhak mengajukan sertifikasi tkdn industri kecil secara gratis!

Faktanya, IKM cukup membuat pernyataan mandiri di SIINas. Secara otomatis, sistem akan memberikan nilai TKDN minimal 40%. Bahkan, nilainya bisa mencapai 100% jika kita murni menggunakan bahan baku lokal tanpa impor. Hasilnya, produk kita bisa langsung tayang di E-Katalog tanpa perlu keluar biaya audit sepeser pun. Ini adalah peluang emas yang tidak boleh dilewatkan.

5. Tahapan Sertifikasi BMP

Selain TKDN, ada satu “senjata rahasia” untuk memenangkan tender, yaitu Bobot Manfaat Perusahaan (BMP). Nilai BMP adalah penghargaan yang diberikan kepada perusahaan yang berinvestasi dan memberdayakan ekonomi nasional. Seterusnya, mari kita bahas tahapan sertifikasi bmp ini.

Penilaian BMP dalam regulasi baru mencakup 15 indikator (sebelumnya hanya 9). Adapun rincian bobot penilaian BMP dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Indikator Penilaian BMP (Permenperin 35/2025)

tabel indikator penilaian BMP sesuai dengan Permenperin 35/2025

Dengan jelas terlihat, pemerintah mendorong kita untuk tidak hanya memproduksi barang, tetapi juga peduli lingkungan (Industri Hijau/ESG). Untuk mendapatkan sertifikasi bmp, kita harus melampirkan bukti-bukti terkait indikator di atas melalui SIINas setelah sertifikat TKDN terbit.

6. Sinergi TKDN dan BMP dalam Tender Pemerintah

Mengapa kita harus repot-repot mengurus keduanya? Jawabannya ada pada “Preferensi Harga”. Jika nilai TKDN + BMP kita mencapai minimal 40%, produk kita wajib dibeli oleh instansi pemerintah. Bahkan, dalam lelang, harga penawaran kita bisa diperhitungkan lebih rendah dari harga aslinya karena adanya insentif preferensi harga hingga 25%.

Contohnya, jika kita mengikuti tender pengadaan laptop. Produk kompetitor impor harganya Rp10 juta. Produk kita harganya Rp12 juta, tapi punya TKDN+BMP 40%. Maka, secara administratif harga kita dianggap kompetitif. Inilah mengapa mengetahui tahapan sertifikasi bmp sama pentingnya dengan TKDN.

7. Solusi Cepat Bersama Konsultan Ahli

Melihat kompleksitas aturan baru ini, wajar jika kalian merasa kewalahan. Dokumen yang menumpuk, perhitungan rumus yang njelimet, hingga risiko penolakan sistem bisa membuat frustrasi. Di sisi lain, waktu terus berjalan dan tender tidak bisa menunggu.

Konsultantkdn.id hadir sebagai mitra strategis kalian. Kami bukan sekadar biro jasa, melainkan konsultan yang memahami seluk-beluk regulasi industri. Dengan pengalaman menangani ratusan klien B2B dan B2G, kami menjamin proses pengurusan sertifikasi tkdn dan sertifikasi bmp kalian berjalan cepat, tepat, dan akurat. Kami membantu mulai dari pre-assessment, pendampingan audit, hingga sertifikat terbit.

Pastikan kalian telah memahami tahapan sertifikasi bmp dan TKDN ini dengan baik agar tidak salah langkah. Jika kalian membutuhkan bantuan profesional untuk memastikan nilai TKDN yang maksimal, segera hubungi ➡️Konsultantkdn.id⬅️. Kami siap membantu Anda memenangkan persaingan pasar global.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *