Cara Hitung Nilai BMP Tahun 2026: Panduan Lengkap Sesuai Permenperin No. 35

·

·

“Keberhasilan sejati dalam industri nasional bukan hanya tentang profit, tetapi seberapa besar manfaat yang kita tanam di negeri sendiri.”

Sebagai pelaku usaha yang visioner, memahami cara hitung nilai bmp adalah langkah strategis, bukan sekadar kewajiban administratif. Faktanya, banyak perusahaan gagal memenangkan tender pemerintah bukan karena produk yang buruk, melainkan karena kurang optimal dalam menyajikan nilai Bobot Manfaat Perusahaan (BMP). 

Berdasarkan regulasi terbaru, nilai BMP dapat mendongkrak preferensi harga dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. Apakah Anda sudah siap mengoptimalkan potensi ini? Mari kita bedah tuntas mekanismenya agar bisnis Anda semakin kompetitif.

Apa Itu Bobot Manfaat Perusahaan (BMP)?

Sebelum masuk ke teknis perhitungan, kita perlu menyamakan persepsi mengenai definisi BMP. Mengacu pada aturan terbaru, BMP TKDN adalah nilai penghargaan yang diberikan kepada pelaku usaha yang berinvestasi dan berproduksi di Indonesia.

Nilai ini menjadi pelengkap vital bagi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Jika TKDN mengukur kandungan lokal pada produk, BMP mengukur kontribusi perusahaan terhadap ekosistem ekonomi nasional. 

Penting untuk disadari, nilai BMP diperhitungkan paling banyak sebesar 15%. Angka ini sangat signifikan dalam menentukan pemenang lelang di e-katalog maupun tender langsung.

Dasar hukum yang kita gunakan kali ini adalah Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2025 tentang Ketentuan dan Tata Cara Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri dan Bobot Manfaat Perusahaan. Regulasi ini menggantikan aturan lama dan membawa semangat baru dalam pemberdayaan industri.

Faktor Penentu dalam Cara Hitung Nilai BMP

Bagaimana sebenarnya cara perhitungan bmp dilakukan? Pemerintah telah menetapkan transparansi melalui indikator yang jelas. Nilai BMP dihitung berdasarkan faktor penentu yang memiliki bobot persentase spesifik.

Dalam Pasal 21 Permenperin 35/2025, terdapat rincian faktor penilaian yang wajib Anda perhatikan. Berikut adalah tabel rincian bobotnya untuk memudahkan Anda menyusun strategi:

Tabel diatas dibuat untuk mempermudah pemahaman

Adakalanya, perusahaan hanya fokus pada tenaga kerja, padahal faktor lain seperti kepatuhan pelaporan SIINas juga menyumbang poin. Akibatnya, nilai maksimal sulit dicapai. Dengan memahami tabel di atas, Anda bisa melakukan self-assessment awal.

Langkah-Langkah dan Prosedur Sertifikasi

Untuk mendapatkan nilai tersebut secara resmi, Anda harus melalui proses verifikasi. Berikut adalah alur ringkas cara menghitung bobot manfaat perusahaan melalui sistem resmi:

  • Pendaftaran SIINas: Pelaku usaha wajib memiliki akun SIINas yang aktif.
  • Penunjukan LVI: Menteri menunjuk Lembaga Verifikasi Independen (LVI) untuk melakukan audit.
  • Verifikasi Lapangan: LVI akan memeriksa dokumen pendukung dan melakukan kunjungan ke lokasi pabrik.
  • Penilaian: LVI menghitung skor berdasarkan 15 faktor di atas.
  • Penerbitan Sertifikat: Jika lolos, sertifikat akan diterbitkan secara elektronik melalui SIINas.

Sebagai konsultantkdn, kami memahami bahwa proses ini bisa memakan waktu jika dokumen tidak siap. Kendatipun demikian, persiapan yang matang akan mempercepat proses verifikasi oleh LVI.

Butuh bantuan hitung cepat dan akurat?

Siapa Saja yang Tidak Bisa Dihitung Nilai BMP-nya?

Tidak semua entitas bisnis berhak mendapatkan penilaian BMP. Regulasi menetapkan batasan yang tegas. Cara hitung nilai bmp tidak dapat diterapkan atau dilakukan terhadap:

  1. Perusahaan Jasa Industri;
  2. Pelaku Usaha yang menghasilkan gabungan Barang dan Jasa; dan
  3. Pelaku Usaha yang melakukan kerja sama dengan Perusahaan Industri untuk memproduksi Barang (Maklon) .

Oleh karena itu, pastikan kategori bisnis Anda memenuhi syarat sebagai Perusahaan Industri yang memproduksi barang sendiri.

Manfaat Strategis Memiliki Sertifikat BMP

Mengapa Anda harus repot mengurus ini? Selain kewajiban regulasi, ada keuntungan komersial yang nyata. Sertifikat BMP berlaku selama 5 (lima) tahun sejak diterbitkan. Ini adalah investasi jangka panjang.

Dengan memiliki gabungan nilai TKDN dan BMP yang tinggi (misalnya TKDN 25% + BMP 15% = 40%), produk Anda otomatis masuk dalam kategori “Wajib Beli” bagi instansi pemerintah. Ini adalah karpet merah bagi produk lokal untuk mendominasi pasar domestik. 

Selanjutnya, kepatuhan pelaporan data industri pada SIINas juga menjadi salah satu poin penilaian BMP sebesar 1%, yang artinya administrasi yang tertib akan langsung dikonversi menjadi keuntungan skor.

Tantangan dalam Perhitungan TKDN dan BMP

Seringkali terjadi kebingungan antara perhitungan tkdn dan bmp. TKDN fokus pada komposisi bahan baku, tenaga kerja, dan overhead. Sedangkan BMP fokus pada “perilaku” dan “kontribusi” perusahaan.

Misalnya, sebuah perusahaan mungkin memiliki TKDN tinggi karena bahan bakunya lokal, tetapi jika mereka tidak melakukan investasi baru atau tidak menerapkan standar industri hijau, nilai BMP mereka bisa rendah. Sebaliknya, perusahaan yang gencar melakukan inovasi Industri 4.0 akan mendapatkan insentif skor tambahan.

Sebagai catatan penting, nilai BMP dihitung berdasarkan faktor penentu yang terukur. Jangan sampai dokumen pendukung seperti bukti investasi atau sertifikat ISO (untuk poin akreditasi) tercecer, karena hal itu akan mengurangi skor akhir Anda.

Kesimpulan

Memahami cara hitung nilai bmp bukan sekadar tentang angka, melainkan tentang strategi memenangkan pasar. Dengan memaksimalkan 15 faktor penentu yang telah ditetapkan dalam Permenperin No. 35 Tahun 2025, posisi tawar perusahaan Anda akan semakin kuat di mata pemerintah dan klien B2B. Pastikan seluruh dokumen legalitas dan bukti investasi Anda tersimpan rapi untuk memudahkan proses verifikasi LVI.

Ingat, kompetitor Anda mungkin sudah memulai langkah ini lebih dulu. Jangan biarkan peluang emas pengadaan barang jasa hilang hanya karena administrasi yang kurang optimal.

Ingin sertifikasi BMP tanpa ribet dan dijamin akurat?

FAQ: Pertanyaan Seputar BMP

Untuk memperjelas pemahaman Anda, berikut kami rangkum pertanyaan yang sering diajukan mengenai cara hitung nilai bmp:

1. Apa itu BMP dan apakah wajib?

BMP adalah nilai penghargaan bagi perusahaan yang berinvestasi di Indonesia. Meskipun sifatnya adalah nilai penghargaan, memilikinya sangat krusial untuk memenangkan preferensi harga dalam tender pemerintah.

2. Apakah BMP terpisah dari TKDN?

Ya, penilaiannya terpisah namun saling melengkapi. Sertifikat TKDN biasanya memuat nilai TKDN dan nilai BMP jika perusahaan memproduksi barangnya sendiri di pabrik milik sendiri11.

3. Bagaimana cara meningkatkan nilai BMP?

Anda bisa meningkatkan skor dengan menambah investasi baru, memberdayakan rantai pasok lokal, menerapkan manajemen lingkungan (ESG), hingga memastikan kepatuhan pelaporan di SIINas.

4. Bagaimana cara cek BMP perusahaan?

Nilai BMP yang valid akan tercantum dalam Daftar Inventarisasi Barang/Jasa Produksi Dalam Negeri di laman resmi Kementerian Perindustrian12. Anda bisa mengaksesnya secara publik.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One response to “Cara Hitung Nilai BMP Tahun 2026: Panduan Lengkap Sesuai Permenperin No. 35”
  1. […] Baca Selengkapnya Cara Hitung Nilai BMP Tahun 2026: Panduan Lengkap Sesuai Permenperin No. 35 […]